Angkutan Lebaran UPT Ditjen Hubda Dermaga Siapkan 16 Armada

img

BALIKPAPAN, Pjs. Kepala UPT Ditjen Hubda Dermaga Pelabuhan Feri Kariangau, Tri mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan-persiapan terkait angkutan lebaran mulai dari 7 hari sebelum sampai 7 hari sesudah lebaran termasuk halaman parkir sudah kami bersihkan dan kapal yang nantinya akan melayani angkutan lebaran Kariangau (Balikpapan) – Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disiapkan ada 16 armada.

‘’Kalau angkutan lebaran melalui pelabuhan feri Karingau, Balikpapan rasanya ngak masalah sebab kapal yang kami siapkan ada 16 armada, kalau tiap kapal mampu menampung sebanyak 500 penumpang maka untuk 16 kapal pasti mampu membawa penumpang dari dan ke Balikpapan,’’ kata Tri.

Untuk jadwal kegiatan kapal-kapal feri sudah dibuat bersama dengan Dinas Perhubungan provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan  Pengelolah dermaga feri Penajam  PT ASDP, harapan kami tidak ada penumpang yang menyatakan kekecewaan akibat tidak bisa menyeberang menggunakan kapal feri karena kapal yang ada tidak mampu mengangkut penumpang secara keseluruhan.

Masih menurut Tri, jumlah kapal feri yang sudah okey artinya sudah tidak ada yang sedang naik dok, jumlahnya semua 16 armada dan yang beroperasi sesuai jadwal. 

"Yang sudah kami buat ada sebanyak 14 armada yang beroperasi rutin tiap hari. Dan ada dua kapal feri yang istirahat dan ini dilakukan secara bergantian," tuturnya.

Hanya saja kata Tri, yang menjadi prioritas adalah adanya sejumlah kapal feri yang dikhususkan angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM), kalau ada kapal yang akan berangkat membawa BBM dari dermaga Karingau, Balikpapan tidak diijinkan ada penumpang yang numpang dikapal BBM itu, kami melakukan pemeriksaan secara intensif masalah ini sebab resikonya sangat besar sekali.

Ditanya apakah ada kapal yang naik dok menjelang angkutan lebaran ini, Tri mengatakan kapal-kapal yang rutin harus naik doking tahunan sudah dilakukan sebelum menjelang hari lebaran termasuk sebelum bulan suci ramadhan kapal-kapal itu sudah selesai doking dan siap beroperasi.

Di dermaga kapal feri Karingau, Balikpapan kata Tri lagi tidak hanya angkutan penyeberangan jarak pendek yakni Kariangau – Penajam yang dapat ditempuh selama satu jam, tapi masih ada beberapa jalur lagi yang dilayani didermaga ini seperti tujuan Palu dan Mamuju.

"Di dermaga kami ini akan dilengkapi sejumlah petugas poskomando (Posko). Di posko itu akan ada pemeriksaan kesehatan dan ada dokter jaga selama berlangsungnya angkutan lebaran, sedangkan soal pelaporan jumlah angkutan lebaran kami langsung melaporkan ke instansi terkait. Kalau dari pengelolah dermaga Karingau kami laporkan ke Ditjen Hubda di Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim di Samarinda termasuk Dishub Kota Balikpapan," paparnya.

Dia juga mengatakan tiap-tiap operator atau pemilik kapal secara berkala melakukan latihan keselamatan pelayaran artinya semua petugas yang ada diatas kapal itu harus mengerti dan paham soal mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kebakaran atau adanya orang yang jatuh dan tenggelam.

Disinggung jika terjadi angkutan barang, kendaraan dan penumpang berlebihan, Tri mengatakan kalau itu sudah diingatkan agar tiap kapal memperhatikan load factor yang bisa diangkut, jangan karena jumlah kendaraan atau penumpang yang banyak, para pemilik kapal seenaknya menaikkan penumpang dan kendaraan padahal sudah berlebihan.

‘’Kita utamakan keselamatan angkutan pelayaran dan penyeberangan, jika ada load factor yang dianggap sudah berlebihan tentunya kita harus berkoordinasi dengan pemilik kapal agar  mematuhi aturan. Dimana berhubungan dengan keselamatan pelayaran,’’lanjutnya.max/poskotakaltimnews.com